Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman memperingatkan bahwa harga minyak dunia bisa melambung ke tingkat yang luar biasa tinggi jika komunitas internasional tidak mengambil sikap keras dan kukuh terhadap Iran.
“Jika dunia tidak mengambil tindakan keras dan kukuh untuk menciutkan nyali Iran, ketegangan akan meningkat dan mengancam kepentingan dunia,“ kata putra mahkota itu kepada program berita televisi mingguan AS “60 Minutes”.
Wawancara itu diudarakan Minggu 29 September, 15 hari setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, yang mengacaukan sekitar 50 persen produksi minyak mentah negara itu dan lima persen suplai minyak dunia.
Baca Juga:
- JIKA GIBRAN TIDAK MEMENUHI SYARAT, APAKAH AKAN BERIMBAS KEPADA PRABOWO?
- Tujuh Tahun Tragedi Randi–Yusuf : Ketika Keadilan Belum Menemukan Titik Terang
- Tambang Nikel PT Kasmar Tiar Raya Telan Korban, M Nawir Dianiaya hingga Kritis di RS Jafar Harun
- Diduga Sedang Liputan Pembayaran Lahan, Kades Herman Rangkap Jadi Humas PT Kasmar Tiar Raya di Kolut Aniaya M Nawir Hingga Kritis
- Ber ID Card Warta Global, Oknum Kades Mekuasseng Diduga Aniaya M Nawir Hingga Tak Sadar Diri di RS Jafar Harun Kolut
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
Pengusaha de facto Arab Saudi itu, dan Menlu AS Mike Pompeo, menyebut serangan tersebut tindakan perang. Mereka juga menuduh Iran, musuh utama Saudi di kawasan tersebut, mendalangi serangan 14 September itu.
Perancis, Jerman, dan Inggris juga menuding Teheran melangsungkan serangan itu.
Iran membantah terlibat, sementara kelompok pemberontak Houthi yang berbasis di Yaman mengklaim bertanggungjawab atas insiden itu,
Meski demikian, putra mahkota mengatakan, ia lebih memilih solusi politik ketimbang solusi militer karena pilihan kedua hanya akan mengakibatkan kejatuhan ekonomi. [ab/uh]











