Reporter : Mumun
Editor : Kang Upi
WANGGUDU – Kegembiraan menyambut pelaksanaan pencoblosan suara Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, pada Rabu 17 April besok, menjadi uforia yang dijalani masyarakat di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Kelurahan Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara.
Untuk menyambut pelaksanaan pesta demokrasi ini, warga di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Tinobu ini secara bergotong royong menyulap TPS menjadi lebih semarak dengan dekorasi ala pesta pernikahan.
Bak sebuah pesta pernikahan, TPS ini dilengkapi dengan gapura atau flower gate putih yang romantis, dipadu dengan kuntum mawar merah disekelilingnya. Siapapun yang melewati kawasan ini, pasti menyangka warga bukan hendak memilih, tapi kondangan.
Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tinobu Syawal Liambo saat dimintai tanggapan atas kreatifitas dekorasi ini menuturkan, pada Pemilu tahun 2019 ini pihaknya mengambil terobosan baru untuk mendekorasi TPS seperti layaknya pesta pernikahan.
Baca Juga :
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- KNPI Sultra Tuntut Investigasi Total Tragedi Longsong Tambang Nikel di Konut
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
- Kontrak Jembatan Sambandete Segera Berakhir, Progres Belum 50 Persen, IMPH Desak Dirjen Bina Marga Bertindak Tegas
- CBD Konawe Utara Belum Difungsikan, Sejumlah Bagian Bangunan Rusak, GERAK-SULTRA Desak Kejati Turun
- Gerak Sultra Kecam Sanksi Satgas PKH, PT Tiran Indonesia Masih Leluasa Lakukan Penjualan Nikel
“Ini tema kami sendiri, namanya pesta demokrasi kami dan masyarakat ingin suasana yang lain. Pesta demokrasi ini cuman dilaksanakan lima tahun sekali, makanya kami tampil beda,” kata Syawal Liambo, Selasa (16/4/2019).
Menurut Syawal, dengan dekorasi ala pesta pernikahan di tiga TPS ini, diyakini dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Kelurahan Tinobu dengan jumlah Daftar Pemilih Tetapnya (DPT) sebanyak 600 lebih, untuk menyalurkan hak pilihnya.
“Kami buat seperti ini dari sisi kenyamanan pemilih mereka lebih sejuk kalau di TPS. Kebetulan peralatannya bukan orang lain, anggarannya kami cukup-cukupkan saja,” ujarnya. (A)











