Reporter : Mumun
Editor : Def
WANGGUDU – Sebanyak 19 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 1 Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar pada bulan April 2019 mendatang.
Baca Juga :
- Prof. Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO, Wamen Fauzan Tekankan Kampus Harus Berdampak
- SATGAS LAT Minta KAPOLRI Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Nikel Nakal di Sultra
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
- Dua Tahun Gubernur ASR Memimpin Sultra, FPKPK Soroti Kinerja Pemerintahan
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konut, Lapeha mengatakan, jumlah SMP di Konut mencapai 38 sekolah, namun hanya 20 sekolah yang siap menjalankan UNBK, dan rencananya UNBK ini akan dipusatkan pada tujuh titik yakni di MA 1 Konut di Desa Kokapi Kecamatan Motui, SMP 1 Sawa, SMP 1 Molawe, SMP 1 Lasolo, SMP 1 Andowia, SMP 2 Asera, dan SMP 2 Lembo.
“Sementara untuk 18 sekolah lainnya, ujiannya masih menggunakan sistem manual, karena persoalan listrik, jaringan seperti di kepulauan dan masalah fasilitas untuk UNBK belum ada,” kata Lapeha, Selasa (19/3/2019).
Baca Juga :
- Ampuh Sultra Harapkan Pemilik IUP Tak Salah Gunakan Kepmen ESDM 365 untuk Monopoli Jasa Pertambangan
- Polisi Amankan Kericuhan di Area Tambang Nikel PT Askom Matarape, Sejumlah Warga Paksa Operator Turun dari Alat Berat
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- KNPI Sultra Tuntut Investigasi Total Tragedi Longsong Tambang Nikel di Konut
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
- Kontrak Jembatan Sambandete Segera Berakhir, Progres Belum 50 Persen, IMPH Desak Dirjen Bina Marga Bertindak Tegas
Lanjut Lapeha, 20 sekolah yang akan UNBK nantinya akan menggunakan sistem ship, yang dibagi dalam tiga ship atau tiga kali masuk. Dan saat ini sekolah yang akan melakukan UNBK sendiri telah selesai melakukan pelatihan kepada siswanya.
“Kita sudah uji coba, hari ini terakhir kita coba. Semoga ini berjalan baik mulai dari sisi listrik maupun jaringannya. Tapi kalau soal listrik kita sudah siapkan genset di sekolah. Komputernya juga kita sudah siapkan, bahkan kita kerja sama dengan SMA. Tahun ini ada 1.392 siswa di Konut yang akan ujian,” ujarnya. (A)











