Reporter: Taswin Tahang
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Harga Tomat, Cabai dan Bawang Merah di beberapa pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan. Penyebabnya kurangnya stok yang masuk ke Kota Kendari.
Saat ini harga Cabai Rp 50.000 perkilo, padahal sebelumnya Rp 30.000 perkilo. Bawang Merah dari harga Rp 16.000 naik menjadi Rp 19.000 per kilo. Sedangkan Tomat dari harga Rp. 5.000 naik menjadi Rp. 8.000 per kilo.
Rerata, stok ketiga bahan dapur itu berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Hanya beberapa saja yang berasal dari Sultra sendiri.
Pedagang di Pasar Sentral Kota Kendari, Irawati yang ditemui, Sabtu (2/11/2019) mengatakan, jualannya berasal dari Kabupaten Enrekkang, Sulsel.
Dia sengaja menjual Tomat, Cabai dan Bawang Merah dari Enrekkang karena dapat bertahan hingga 10 hari. Sedangkan yang dari Sultra hanya bertahan maksimal dua hari saja.
Baca Juga :
- BPS Catat Neraca Perdagangan Sultra Defisit pada Februari 2026
- Gubernur Sultra Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Optimistis Pertahankan Opini WTP
- Gubernur Sultra Resmikan Groundbreaking GOR UM Kendari, Dorong Sinergi Kampus Cetak SDM Berkualitas
- Mitra10 Kendari Hadirkan Promo Anniversary April 2026, Diskon hingga 29 Persen dan Hadiah Langsung
- Polwan Ditlantas Polda Sultra Sosialisasikan Tertib Lalu Lintas Lewat “Polantas Menyapa” di Kendari
- HUT ke-62 Sultra Digelar di Kendari Lewat Harmoni Sultra 2026
“Tapi sekarang lagi kurang, makanya harga naik,” katanya.
Pedagang lain di Pasar Baruga Kota, Umar juga membenarkan harga tiga bahan itu mengalami kenaikan sejak beberapa minggu terakhir. Hal itu diakibatkan kurangnya hasil pertanian, sehingga stok yang masuk ke pasar otomatis berkurang.
“Kalau hasil panen petani banyak yang masuk maka harga akan turun. Tapi kalo panen petani juga sedikit yang masuk maka harga akan naik,” katanya. (B)











