Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen Doni Monardo dan anggota Komisi VIII DPR RI di Balai Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha, Minggu (23/6/2019). Foto: Istimewa

Posko Induk dan Bantuan Logistik di Konawe Dipindahkan

Editor : Taya

KENDARI – Posko induk dan bantuan logistik yang sebelumnya berada di Kelurahan Pondidiaha saat ini dipindahkan ke Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha. Demikian disampaikan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Minggu (23/6/2019).

“Nanti Kepala Desa yang akan data, apa-apa kebutuhannya disini buat kalian yah. Nggak usah khawatirlah karena ini sama kampung halaman saya, kalau kalian lapar, saya yang malu,” katanya di hadapan masyarakat saat kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia, Letjen Doni Monardo dan anggota komisi VIII DPR RI.

Kery menjelaskan hingga saat ini masih ada lagi lima desa yang masih terendam banjir salah satunya Desa Ambulanu, Kecamatan Pondidaha. Desa tersebut masih mengalami kendala saat warga beraktivitas.

“Mereka semua kalau keluar masih susah, ini kita pusatkan semua disini,” katanya kepada mediakendari.com saat di lokasi banjir.

Rencananya pada Senin (24/6/2019) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Besulutu akan kembali dikerahkan di posko induk dan bantuan logistik yang baru.

“Puskesmas Besulutu nanti besok saya tarik dulu sementara bantu disini. Mereka juga nanti koordinasi dengan Puskesmas di Pondidaha,” terangnya.

Kery menegaskan, mulai Senin posko tersebut akan mulai beroperasi sebagainya biasanya. “Nanti kadis kesehatan sudah saya perintahkan turun di lokasi banjir, termasuk beberapa kadis lainnya yang bertugas sebagai Liaison officer atau LO” tutupnya.

Camat Pondidaha, Muhammad Nur saat dikonfirmasi mengatakan, perpindahan posko tersebut untuk memudahkan penyaluran logistik karena ada beberapa desa bagian dalam yang masih merendam permukiman warga.

BACA JUGA :

“Kalau di kecamatan logistiknya aksesnya sangat jauh untuk menampung logistik apalagi masyarakat desa mau mengambil kesana,” jelasnya.

Muhammad Nur juga mengatakan, proses pengambilan logistik kepada warga diatur sehingga tetap tertib dan tidak terkendala dalam penyaluran. Hingga saat ini, jumlah warga di lima desa yang masih terendam mencapai 234 kepala keluarga.

“Kalau berdasarkan data jumlah warga yang tinggal di lima desa itu sebanyak 234 kk dengan jumlah jiwa sebanyak 659,” pungkasnya.