Reporter: Hasrun
Editor: La Ode Adnan Irham
RUMBIA – Tahun 2020 nanti, tanda tangan elektronik rencananya bakal diterapkan di seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bombana, untuk setiap pembuatan naskah dinas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bombana, Kalvarios Syamruth saat sosialisasi tanda tangan elektronik di Audotorium Kantor Bupati Bombana Jum’at (29/11/2019) mengatakan, seluruh SK nantinya tanpa tanda tangan basah.
Kata dia, Bupati Bombana, Tafdil ingin menerapkan penggunaan itu secepatnya, namun Pemkab Bombana membutuhkan perangkat tambahan.
“Saat ini infrastruktur dan sumber daya manusia belum memenuhi untuk menggunakan tanda tangan ini,” tuturnya.
Kata dia, selama ini pemahaman penggunaan tanda tangan elektronik, hanya sebatas tanda tangan diatas media dengan menggunakan polpen digital. Namun itu salah, tanda tangan elektronik hanya menggunakan barcode.
Baca Juga :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
Tanda tangan elektronik juga harus digunakan Pemerintah Kecamatan. Karena selama ini menggunakan tata naskah dinas, disposisi dan pembuatan SK menggunakan tanda tangan basah.
Penerapan hal itu lanjut Rios sapaan akrabnya, akan mempercepat pelayanan dan efisiensi penggunaan peralatan kantor.
“Jadi tidak ada lagi alasan Kepala OPD, biar berada di luar kota tetap bisa melakukan pelayanan. Ini akan mengurangi penggunaan kertas, tinta dan mengunakan print komputer,” pungkasnya. (B)











