Redaksi
KENDARI – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menunggu kedatangan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Makassar untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara kasus terbakarnya Laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell (PT OSS).
“Tim dari Dit Krimum Polda Sultra masih menunggu tim dari Labfor cabang Makassar, nantinya akan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP,” jelas Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt, saat dikonfirmasi mediakendari.com, Kamis (15/8/2019).
Harry menjelaskan, saat ini, dilokasi kejadian masih diamankan personil dari Polres Konawe. “Iya mas, saat ini lokasi masih diamankan Polres Konawe,” pungkasnya.
BACA JUGA :
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
- Kejati Sultra Turun Tangan, Aset Pemprov yang Bermasalah Mulai Ditelusuri
- Strategi Penanganan Hukum di Pengadilan, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra Tekankan Checks and Balances Hak Masyarakat
- Kajati Sultra Tanggapi Kapolda soal Kapal Azimat: Jangan Hanya Kejar Perkara, Negara dan Korban Harus Dapat Manfaat
- Kapolda Sultra Jadikan Kasus Kapal Azimut Contoh: Hukum Tak Boleh Berhenti di Pemidanaan
- Polda Sultra, Kejati dan Pengadilan Tinggi Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
Sebelumny diberitakan, gedung Laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell di Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, terbakar, sekitar pukul 10.45 WITA, pada Rabu (14/8/2019).
Dugaan awal, kebakaran tersebut disebabkan karena adanya percikan api dari proses pengelasan tangga yang menyambar bahan kimia. Dugaan lain, kebakaran terjadi karena adanya ledakan AC yang berada didalam laboratorium.
Akibat kejadia tersebut, 19 orang yang terdiri dari 17 perempuan dan 2 laki laki menjadi korban luka. Kebannyak korban juga mengalami pingsan diduga akibat menghirup cairan kimia. Seluruh korban saat ini sedang dirawat intensif di RS Bahtermas Kendari.











