Redaksi
KENDARI – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menunggu kedatangan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Makassar untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara kasus terbakarnya Laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell (PT OSS).
“Tim dari Dit Krimum Polda Sultra masih menunggu tim dari Labfor cabang Makassar, nantinya akan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP,” jelas Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt, saat dikonfirmasi mediakendari.com, Kamis (15/8/2019).
Harry menjelaskan, saat ini, dilokasi kejadian masih diamankan personil dari Polres Konawe. “Iya mas, saat ini lokasi masih diamankan Polres Konawe,” pungkasnya.
BACA JUGA :
- BREAKING! LIRA Sultra Minta Istri Gubernur ASR Buka Suara Soal PT TMS, Dugaan Pembiaran Denda Administratif Jadi Sorotan
- Luar Biasa! Sultra Dipilih Jadi Percontohan Nasional KUHP-KUHAP Baru, Wakajagung, Wakapolri & Waka MA Kompak Puji Polda-Kejati-PT Sultra
- Kisruh di Pemerintahan Gubernur ASR! Tender Motaha-Alangga Diulang Berulang Kali, Kontraktor Geram : Pokja 016 Tidak Profesional, Ada Kepentingan Oknum Pimpinan?
- DARURAT MBG DI KONSEL! Diduga Keracunan Massal, Siswa SMA 10 dan Dua SD di Angata Tumbang Diare Usai Santap Makan Bergizi Gratis
- Sejarah Baru Biliar Sultra! 48 Wonder Ladies Duel di Kraken Billiard, Ketua POBSI Kendari Ardiansyah Pratama Putra Siapkan Hadiah Rp 6,7 Juta + Trophy
- Kapolres Baubau AKBP Noer Alam Gandeng Wartawan Dialog Terbuka: Minta Maaf, Amankan Oknum ke Polda Sultra & Jamin Keselamatan Pers
Sebelumny diberitakan, gedung Laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell di Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, terbakar, sekitar pukul 10.45 WITA, pada Rabu (14/8/2019).
Dugaan awal, kebakaran tersebut disebabkan karena adanya percikan api dari proses pengelasan tangga yang menyambar bahan kimia. Dugaan lain, kebakaran terjadi karena adanya ledakan AC yang berada didalam laboratorium.
Akibat kejadia tersebut, 19 orang yang terdiri dari 17 perempuan dan 2 laki laki menjadi korban luka. Kebannyak korban juga mengalami pingsan diduga akibat menghirup cairan kimia. Seluruh korban saat ini sedang dirawat intensif di RS Bahtermas Kendari.











