oleh

TP PKK Kecamatan dan Desa se-Konsel Resmi Dilantik

Reporter: Erlin

Editor: Deff

ANDOOLO – Sebanyak 25 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan dan 125 Ketua TP-PKK Desa se-Konawe Selatan (Konsel) resmi dilantik oleh ketua TP PKK Konsel Hj. Nurlin Surunuddin, di Aula Pendopo Rujab Bupati, Selasa (18/12/2018). Pelantikan itu disaksikan oleh Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Irham Kalenggo, dan Anggota legislatif, Samsu.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dalam sambutannya menyampaikan, kaum perempuan mempunyai posisi penting dalam membangun, karena di pundak mereka terdapat tanggungjawab besar dalam pembinaan kesejahteraan keluarga, pengasuh generasi penerus, pendamping suami dan peran pentingnya yang mewarnai masa depan bangsa.

“Dan menengok dinamika pembangunan daerah di Konsel, maka keberadaan PKK memberi harapan besar dalam memainkan peran dalam membentuk partisipasi kaum ibu untuk terlibat dalam proses pembangunan di segala lini kehidupan dalam mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Surunuddin menegaskan beberapa hal konkrit yang senantiasa diperhatikan dalam mengelola organisasi TP PKK Konsel, yakni harus mendorong sikap mandiri dari anggotanya dalam meningkatkan dan mempertahankan kesejahteraan keluarganya, harus memahami akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mitra suami maupun pembinaan anak-anaknya.

“Dan memberikan dampak positif bagi pemanfaatan potensi dan penampung aspirasi sehingga selalu peka terhadap hambatan dan masalah, serta menjadi mediator untuk mencari keadilan dan pengentasan kemiskinan sehingga kesejahteraan keluarga mengalami peningkatan,” tandasnya.

Di tempat yang sama Ketua TP PKK Konsel, Hj.Nurlin Surunuddin mengatakan, organisasi PKK telah memberikan dampak pada pemanfaatan potensi dan penampungan aspirasi perempuan dengan selalu berfikir bagaimana mengedepankan kebersamaan.

“Saya mengharapkan agar para Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa yang baru di lantik untuk selalu membuka mata dan menelusuri dimana letak hambatan masalah perempuan yang ada di wilayah masing-masing dengan membuka wawasan untuk mencari pemecahannya, sehingga proses pemberdayaan dapat berjalan dengan baik,” tukasnya. (B)

Terkini