oleh

Ditjen Perbendaharaan Bersama Pemkot Kendari Resmikan Taman Bacaan Madani School

KENDARI – Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meresmikan tamaan bacaan di Yayasan Madani School.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sultra, Ririn Qadariah mengungkapkan, dalam rangka memperingati hari uang tahun Republik  Indonesia (RI) yang ke 72 tahun yang ditandai dengan terbitnya Oeang Republik Indonesia (ORI) pada tanggal 30 Oktober 1946 oleh pemerintah RI yang berdaulat yang sekaligus juga menandai tidak berlakunya lagi mata uang Jepang dan uang Javasche Bank sebagai alat tukar yang resmi di negara RI.

“Kementerian Keuangan Provinsi Sultra membuat program taman bacaan serta memberikan bantuan berupa koleksi buku dan majalah yang berasal dari seluruh pegawai kementerian keuangan,” ungkap Ririn saat menyampaikan sambutan di Yayasan Madani School, Minggu (28/10/2018).

Ia mengharapkan, Taman bacaan di Yayasan Madani dapat memberikan manfaat bagi para siswa, serta terus berkembang dan bertambah banyak koleksi buku atau majalah yang dimiliki nantinya.

Sementara itu Plt Walikota Kendari Sulkarnain K, mengungkapkan peringatan hari uang diperingati oleh seluruh jajaran insan Kementrian keuangan dari tingkat pusat hingga daerah sebagai salah satu tonggak sejarah penting menegakkan kedaulatan negara RI.

“Peringatan hari Oeang tahun 2018 merupakan peringatan hari Oeang yang ke 72 dimana salah satu kegiatan yang dilaksanakan Ditjen Perbendaharaan Sultra, berupa pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembentukan taman bacaan yang untuk pertama kali dibuat di Yayasan Madani,” ucapnya.

Sulkarnain menjelaskan, program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Kementrian keuangan provinsi Sultra diwujudkan dalam bentuk membuat taman-taman bacaan dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan minat baca para generasi muda di kota Kendari.

“Taman bacaan yang dibangun Madani Islamic School diharapkan mampu merangsang minat baca anak-anak usia dini dan kelompok remaja sebab pada masa usia seperti mereka merupakan saat yang tepat bagi pembangunan karakter bangsa,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam membangun karakter anak bangsa yang baik akan membentuk akhlak yang mulia dan etika yang baik bagi anak-anak.

“Akhlak dan moral yang baik akan mengantarkan anak-anak pada masanya nanti, menjadi figur pemimpin-pemimpin yang amanah, peduli lingkungan dan sesama, memegang teguh normal dan aturan berwawasan luas dan bijak dalam mengambil keputusan,” tutupnya. (a)


Reporter : Waty


Terkini