Reporter: Kardin
Editor : Taya
LANGARA – Ulah perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) yang diduga melakukan penyerobotan lahan di Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara mendapat reaksi keras dari DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Wakil Ketua DPRD Konkep, Jaswan, SE secara tegas mengutuk ulah PT GKP yang masih beroperasi dan dinilai hal tersebut merupakan aksi yang ilegal.
Pasalnya, PT GKP telah melanggar Surat Keputusan (SK) pembekuan seluruh aktifitas pertambangan oleh Pemprov Sultra atas pertimbangan Undang Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Perlindungan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWPPPK).
“PT GKP ini sudah sangat keterlaluan, penyerobotan lahan ini tidak boleh didiamkan. Kami mengutuk keras itu,” ujarnya, Rabu (10/7/2019).
Ia juga menyebutkan aktifitas PT GKP merupakan penjajahan gaya baru. Betapa tidak kata Jaswan, alat berat PT GKP yang beroperasi di lahan masyarakat dikawal ketat oleh aparat Kepolisian.
“Kan dikawal oleh pihak Kepolisian dengan membawa laras panjang. Apa masyarakat kita ini dianggap teroris atau seperti apa,” terangnya.
Baca Juga :
- 43 Calon Advokat Sultra Sukses Adu Kompetensi di UKDPA KAI, Andri Darmawan : Ini Gerbang Wajib Menuju Profesi Advokat
- MBG Kembali Makan Korban di SMA 1 Tongauna Konawe, Ketua KNPI Sultra Berang : Jangan Ada yang Dilindungi
- PT KDI Buka Suara Soal Longsor Langgikima: Prioritaskan Korban dan Siap Kooperatif dalam Investigasi
- KNPI Sultra Tuntut Investigasi Total Tragedi Longsong Tambang Nikel di Konut
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Publik Tunggu Tersangka Kasus Makan Minum Bagian Umum Pemda Konawe Rp 9,2 M Yang Ditangani Polres Konawe, Gerak Sultra Desak Polda Sultra Turun Tangan
Jaswan juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) termasuk Bupati, Amarullah bersama Anggota DPRD Konkep untuk meninjau langsung lokasi penyerobotan lahan.
“Harus secepatnya untuk kenyamanan masyarakat kita. Roko-Roko Raya itu bagian dari Konkep, jadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada Selasa (9/7/2019) kemarin telah viral video yang memperlihatkan tiga alat berat PT GKP yang diduga melakukan penyerobotan lahan warga dan dihalau oleh warga setempat.(a)











