oleh

Dukung Proses Pemajuan Budaya Oleh Masyarakat Adat, Sekolah Lapang Kearifan Lokal Digelar di Pulau Kapota Wakatobi

-NEWS-65 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM- Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat menggelar kegiatan sekolah lapang kearifan lokal pada Masyarakat Adat Kapota di Pulau Kapota Wakatobi pada Kamis, (23/06/22).

Sebagai salah satu bentuk pendidikan kontekstual dalam rangka mendukung proses pemajuan kebudayaan oleh masyarakat adat, dalam kegiatan ini turut melibatkan para tokoh adat bersama dengan pemuda-pemudi adat Kapota.

Adapun pada tahap awal penyelenggaraannya dilaksanakan pembekalan teknis bagi para pandu budaya Masyarakat Adat Kapota pada 23 hingga 24 Juni 2022.

Baca Juga : Pembangunan Jembatan Muna – Buton Tuntas dari Berbagai Kajian

Harapannya, para pandu budaya memahami teknik dan metode menemukenali dan menggali objek pemajuan kebudayaan sehingga tersusun Dokumen Temukenali Objek Pemajuan Kebudayaan (DTK).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi, La Aliwangi yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi digelarnya Sekolah Lapang Kearifan Lokal ini.

“Kita menginginkan agar para pandu budaya nanti mampu menggali kekayaan sepuluh objek pemajuan budaya sebagai sumber identitas budaya di Kapota Wakatobi,” ungkapnya pada Kamis (23/06/22).

Baca Juga : Awal Juli 2022, KAHMI Kolut akan Laksanakan Musda ke II

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya dari Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Agus Setiabudi dalam sambutannya menyampaikan, melalui sekolah lapang kearifan lokal ini, potensi kekayaan sumberdaya maritim di Pulau Kapota perlu dioptimalkan pengelolaannya berdasarkan adat istiadat.

“Sekolah lapang kearifan lokal memberikan ruang bagi generasi muda adat untuk belajar berbagai ragam kekayaan objek pemajuan kebudayaan milik masyarakat adat,” katanya.

Menurut dia, sebagai salah satu bentuk pendidikan kontekstual, sekolah lapang kearifan lokal dapat dijadikan sebagai ajang regenerasi guna mempersiapkan keberlanjutan kepemimpinan adat istiadat serta generasi muda adat menemu kenali berbagai kekayaan ragam budayanya.

Baca Juga : Ketua DPD REI Sebut 157 Perusahaan Properti Aktif di Sultra

“Proses transfer pengetahuan antar generasi, dari para empu sebagai pemilik pengetahuan tradisional kepada para generasi muda berlangsung dalam sekolah lapang kearifan lokal,” jelasnya.

Saat ini pemuda dan pemudi adat maupun para tokoh adat sepakat beberapa tradisi di Kapota terancam punah akibat pengikisan budaya yang begitu kuat. Oleh karena itu dengan adanya sekolah lapang kearifan lokal diharapkan mampu mengurai permasalahan tersebut dan merevitalisasi kekayaan pengetahuan dan teknologi tradisional.

Selain itu sekolah lapang juga berupaya memanfaatkan keberadaan teknologi dan pengetahuan tradisional yang ada sehingga mampu berkontribusi bagi ekonomi masyarakat adat di Wilayah Adat Kapota.

Reporter: Dila Aidzin

FacebookMediakendari

Terkini