oleh

Kembangkan Ekonomi Syariah, BI Gelar Pelatihan Kewirausahaan Dan Kemandirian Pesantren

KENDARI – Mengembangkan ekonomi syariah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengadakan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian pesantren kepada 19 perwakilan pesantren yang ada di kabupaten kota.

Kepala KPwBI Sultra, Minot Purwahono mengatakan, BI mengembangkan dua sistem ekonomi yaitu ekonomi konvensional dan syariah, bahkan di kantor pusat ada satu departemen khusus untuk keuangan ekonomi syariah.

“BI melatih teman-teman yang ada di pondok pesantren tentang bagaimana mendirikan pusat ekonomi mandiri syariah dan rata-rata pondok pesantren punya lahan luas yang bisa dikelola menjadi lahan pertanian seperti tanaman sayur-sayuran itu bisa juga menahan laju inflasi,” ungkap Minot saat di wawancarai usai kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel Kota Kendari, Selasa (28/08/2019).

Minot menjelaskan, untuk tahun ini kelompok yang dibina oleh BI baru 19 pondok pesantren dan di Sultra ada sekitar 90 pondok pesantren yang sudah terdaftar. Kegiatan seperti ini akan di laksanakan secara berkelanjutan karena pengembangan ekonomi syariah menjadi salah satu program BI perwakilan Sultra.

“BI mengembangkan ekonomi konvensional dan syariah tergantung masyarakat bergerak di bidang mana baik UMKM syariah maupun konvensional karean BI juga memiliki program yang khusus mengenai bagaimana mengembangkan ekonomi syariah karena potensi ekonomi syariah sangat besar,” ujar Minot.

Lanjut Minot, pondok pesantren merupakan suatu komunitas yang potensinya besar untuk dikembangkan dimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari santriwan dan santriwati itu ada perputaran gerakan ekonomi.
Bahkan negara-negara selain non muslim itu berlomba-lomba menggarap pasar syariah. Contohnya negara Inggris merupakan salah satu pasar terbesar mengembangkan ekonomi syariah.

“Saya berharap dengan kegiatan pelatihan ini bisa melatih wawasan para santri untuk mengembangkan kewirausahaan termasuk dibidang ekonomi mandiri syariah di pesantren yang menjadi pusat-pusat ekonomi yang tidak hanya digunakan masyarakat sekitar bahkan di luar Sultra,” tutupnya.(a)


Reporter : Waty

Terkini