Kemenag Sultra Prioritaskan Calon Jemaah Haji Usia 65 Tahun ke Atas

NEWS298 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia telah menandatangani kesepakatan penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M, diantaranya, tidak ada batasan usia bagi calon jemaah haji yang akan diberangkatkan.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra), Murni, menyebut, di Sultra yang diprioritaskan adalah calon jemaah lanjut usia (lansia) atau di atas 65 tahun.

“Ini juga khususnya, calon yang pemberangkatannya sempat tertunda karena sakit dan kebijakan pandemi Covid-19. Dan informasi tersebut sudah diteruskan kepada calon jemaah haji. Dengan adanya kebijakan ini, mereka (calon haji lansia) sangat berbahagia,” katanya di Kendari, Rabu (18/01/23).

Baca Juga : SDN 85 Kendari Mantapkan Persiapan Ujian Sekolah Berbasis Digital

Sampai saat ini kata dia, kuota calon jemaan haji untuk Sultra belum ditetapkan, walaupun secara nasional tahun ini sudah ditetapkan sebanyak 221.000 jamaah.

“Jadi kita masih menunggu kemungkinan dalam minggu ini sudah ada kuotanya,” bebernya.

Diperkirakan, kuota normal untuk Sultra ketika berlaku 100% maka yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah adalah 1984 jemaah. Tetapi, bila digabung dengan lansia dan petugas semuanya 2019 orang.

Baca Juga : Hotel Aston Ramaikan Bursa Investasi di Kota Kendari, DPM-PTSP Optimis Raih Rp 1,2 Triliun

“Calon haji sendiri terinput di sistem Informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat), termasuk lansia dan calon haji kemarin yang tertunda akibat segi medis yang tidak memungkinkan untuk berangkat,” terang Murni.

Ia menuturkan, vaksin meningitis menjadi salah satu syarat wajib yang harus dilakukan calon jemaah haji sebelum berangkat ke tanah suci. Sementara kewajiban vaksin booster pihak Kanwil Kemenag Sultra belum menerima regulasinya.

“Diharapkan, calon jemaah haji yang kemungkinan berangkat tahun ini, agar memantapkan ilmunya mempelajari buku- buku tuntunan manasik haji, kemudian melakukan kontrol kesehatan secara berkala dan lainnya,” tandasnya.

Reporter : Rahmat R.