HEADLINE NEWS

Marlin dan Jabal Nur “Perang” Sampai ‎Buka Borok Manajemen PT ST Nikel Resources ‎

3596
×

Marlin dan Jabal Nur “Perang” Sampai ‎Buka Borok Manajemen PT ST Nikel Resources ‎

Sebarkan artikel ini

Kendari, Mediakendari.com–Kisruh aktivitas hauling oleh PT. ST Nickel Resources kian meruncing. Bahkan satu per satu borok dari perusahaan tambang bijih nikel itu dibongkar oleh 2 mantan mitra bisnis. Adalah Marlin yang juga mantan empunya (pemilik) pelabuhan jetty PT.Tiara Abadi Sentosa (TAS) yang terletak di Kota Kendari, dan Humas PT. ST Nickel Resources, Jabal Nur berseteru hebat. Keduanya bahkan terkesan “perang” terbuka di media massa.

Marlin diduga menyebut sumber kekacauan di perusahaan tambang PT ST Nickel Resources adalah Humas Jabal Nur. Marlin menuding Jabal Nur membocorkan informasi ke publik terkait aktivitas hauling yang melanggar izin dispensasi penggunaan jalan nasional.

‎Menyahuti tudingan itu, Jabal Nur tak tinggal diam. Jabal Nur balas menuding Marlin dan Agus mengambil uang dari PT. ST Nickel Resources sebesar Rp100 juta dengan dalih untuk biaya pengamanan aktivitas hauling dan diberikan kepada oknum APH, LSM dan wartawan.

‎Berawal dari situlah, Marlin dan Jabal Nur terus saling menyerang. Keduanya ribut bahkan “perang” terbuka. Diprediksi perseteruan keduanya akan terus berlanjut bahkan melibatkan manajemen perusahaan pengelola tambang bijih nikel yang berlokasi di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe, Sultra.

‎Tak terima tudingan Marlin yang menyebutnya sebagai sumber kekacauan di PT ST Nikel Resouces, Jabal Nur pun angkat suara. Kepada media massa, Jabal Nur memberikan klarifikasi.

‎”Semakin heran saya ini, saya selaku karyawan ST Nickel tidak pernah mau menjanjikan sesuatu yang belum jelas kepada siapa pun tetapi saya yang tertuduh,” ujar Jabal Nur setelah mendapat informasi dari media massa, Rabu (7/5/2025) malam.

‎Jabal Nur mempertanyakan peran dari Marlin pada saat hauling perdana tanggal 24 Mei 2025. Ketika itu, Jabal Nur dan personel humas turun melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok masyarakat yang menahan iring-iringan truk pengangkut ore nikel.

“Kami berusaha memberikan pemahaman kepada mereka. Dan setelah malam itu, saya dan kawan-kawan humas sepakat untuk pending dulu sementara. Ketika kami akan berkomunikasi kepada pihak-pihak yang memblokir jalannya aktivitas hauling, tiba-tiba tanpa sepengetahuan kami malam itu dipaksakan aktivitas hauling dan terjadilah penahanan mobil selama sehari semalam,” jelas Jabal Nur.

Atas peristiwa itu, Jabal Nur mempertanyakan mengapa peran Humas yang melekat padanya tidak dianggap lagi dengan munculnya Marlin dan Agus Cs.

“Mereka muncul seolah-olah sebagai Superman dan melakukan negosiasi kepada kelompok orang yang tahan truk pengangkut ore,” tutur Jabal Nur.

“Setahu saya ada dana yang di keluarkan untuk di berikan kepada beberapa kelompok masyarakat yang melakukan pemblokiran tru pengangkut ore nikel sehingga truk yang ditahan akhirnya dilepaskan karena sudah ada uang yang di berikan kepada mereka. Sementara saya dan kawan-kawan Humas tidak pernah menjanjikan kepada kelompok atau ormas tertentu apa pun bentuknya, ” sambung Jabal Nur.

Ia balik menuding Marlin Cs membalikkan fakta. “Kalau saudara Marlin mengatakan saya yang kacaukan, justru merekalah pengacau yang sebenarnya. Mereka tiba-tiba muncul mengaku karyawan PT. ST Nickel Resource padahal bukan. Itu namanya mereka sabotase tugas kami sebagai petugas perusahaan, ” imbuh Jabal Nur.

“Jadi jangan bilang tidak ada uang yang mereka pakai buat pengamanan orang yang tahan truk pengangkut ore nikel. Saya tahu persis, hari itu Rp100 juta yang keluar. Anehnya saat kami berjuang meloloskan pengangkutan hauling perdana, kita minta dana buat beli rokok kepada Sudirman (manajemen PT. ST Nickel Resourcea,red) dan kawan kawan namun tidak diberikan. Sebaliknya, ketika mereka Marlin Cs datang yang menggeser peran kami, justru dana perusahaan cair dan saya tahu duit mengalir kemana saja, ” papar Jabal Nur.

Untuk diketahui dalam berita sebelumnya yang berjudul ‎Marlin Bantah Tudingan Dugaan Terima Uang “Pengamanan” untuk Oknum APH, LSM dan Wartawan yang Mengalir dari PT ST Nickel Resources, mantan pemilik pelabuhan Jetty PT  Tiara Abadi Sentosa (TAS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Marlin membantah menerima sejumlah uang untuk “pengamanan” oknum APH, LSM dan Wartawan dari manajemen PT ST Nickel Resources  seperti apa yang disampaikan Humas PT ST Nickel, Jabal Nur.

‎Saat dikonfirmasi, Marlin langsung menanggapi adanya pemberitaan terkait dugaan aliran dana dari PT ST Nickel kepada oknum aparat penegak hukum (APH), LSM, dan wartawan, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam manajemen maupun pengaturan dana dari perusahaan tambang tersebut.

‎Dalam pernyataan langsungnya, Marlin menjelaskan bahwa dirinya hanya diminta membantu untuk memediasi persoalan di lapangan, khususnya saat terjadi penahanan sejumlah mobil pengangkut ore nikel.

‎”Saya tidak dalam manajemen apapun. Saya hanya dimintai tolong karena beberapa hari ini kan (terjadi) penahanan-penahanan mobil. Kebetulan adik-adik ini kan saya punya adik-adik semua, saya kenal juga sebagian besar, makanya saya mediasi supaya tidak kacau karena ada ancaman bahwa sopir truk mau tumpah muatannya di jalan. Tapi kalau mewakili ST Nickel atau apapun itu, saya tidak tahu,” jelas Marlin, Selasa (6/5/2025) lalu.

‎Ia juga menekankan bahwa mediasi yang dilakukan bukan berarti dirinya terlibat dalam praktik suap menyuap.

‎”Mediasi bukan berarti saya yang bayar, mediasi bukan berarti saya sogok orang. Tidak ada saya sogok orang. Ini fitnah tidak berdasar,” tegasnya.

‎Marlin menyebut keterlibatannya hanya sebatas mengurus tagihan kendaraan, bukan urusan pengamanan atau pembayaran ilegal.

‎”Saya hanya urus tagihan mobil. Yang dibayar tagihan mobil, bukan uang pengamanan. Tidak ada yang namanya saya mengurus uang pengamanan, apalagi saya tidak tahu jalan ceritanya,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Marlin menuding bahwa kegaduhan ini disebabkan oleh kelalaian pihak Humas PT ST Nickel sendiri, Jabal Nur.

‎”Dia sendiri humas, dia yang janji-janji orang. Kenapa dia tidak bertanggung jawab dengan janjinya? Hanya gara-gara dia ini kan kacau semuanya,” tandas Marlin. (tim)

You cannot copy content of this page