Reporter : Ruslan
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kapal Rumah Sakit Terapung milik TNI AL, Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso 990 telah bersandar di Dermaga Pelabuhan Bungkutoko Kendari, Minggu (17/03/2019).
Baca Juga :
- Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Kepengurusan Baru Periode 2024–2029
- Pertamina Gandeng Kejati Sultra, Perkuat Tata Kelola dan Jamin Pelayanan Energi untuk Masyarakat
- Kapal Bermuatan Tiga Penumpang Alami Mati Mesin di Perairan Desa Kokapi, Tim SAR Kendari Dikerahkan
- Kebutuhan BBM Naik, Pertamina Maksimalkan Penyaluran Pertalite untuk Warga Kota Kendari
- Malyqa Aurora Wakili Sultra di Ajang Supra Stars Indonesia 2026
Selama berlabuh ini, KRI dr Soeharso menggelar Open Ship, atau membuka kapal untuk kunjungan masyarakat umum, selama dua hari yakni Senin hingga Selasa 19 Maret 2019.
Komandan KRI dr Soeharso, Letkol Laut (P) Joko Setiyono menjelaskan, selama sandar di Dermaga Pelabuhan Bungkutoko Kendari pihaknya mengadakan open ship untuk masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).
Momen ini, kata Joko Setiyono, diharapkan bisa dimanfaatkan mereka yang ingin melihat dari dekat KRI dr Soeharso-990, sebagai satu satunya rumah sakit kapal miliki TNI AL, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.
“Mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA, KRI Suharso menggelar open ship bagi pemuda, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin berkunjung karena Rabu pagi akan kembali ke Surabaya,” ungkap Letkol Laut (P) Joko Setiyono, di KRI dr Soeharso, Senin (18/03/2019).
Dijelaskannya, KRI dr Soeharso memiliki panjang 132 m dan lebar 22 m, serta memiliki 2 geladak untuk heli. KRI juga memiliki fasilitas berupa 1 ruang UGD, 3 ruang bedah dan 6 ruang poli spesialis, 2 ruang ICU serta dua ruang perawatan yang mampu menampung 20 pasien tiap ruangnya.
Baca Juga :
- Ngaku Polisi di Live Media Sosial, Pria Diduga Bernama Imran Al Mura Diamankan Polsek Ranomeeto
- Harla ke-81 Kejaksaan RI: Kejati Sultra Tegaskan Kebangkitan Adhyaksa, Integritas Jadi Harga Mati
- GERAK SULTRA : Denda Triliunan PT TMS Belum Tuntas, Kejagung Didesak Buka Status Penanganan Perusahaan yang Dikaitkan dengan Istri Gubernur Sultra ASR
- Kapal Angkut Bahan Kimia Terbakar di Laut Bombana, 2 Orang Tewas dan Sejumlah Korban Keracunan
- Presiden Prabowo Diminta Dorong Pemeriksaan Istri Gubernur Sultra ASR Diduga Kebal Hukum ke Kejagung, Masuk Daftar Satgas Tambang Nikel Sanksi Rp2,19 Triliun.
- Bahas Kedaulatan Sumberdaya Lintas Sektor, Satgas Sumber Daya DPP LAT Jalin Silaturahmi Dengan Wagub Sultra
Selain fasilitas kesehatan, KRI ini membawa 2 unit Landing craft utility (LCU) yang dapat mengangkut 2 kendaraan besar ataupun 150 personel untuk mobilisasi diperairan dangkal ataupun sungai. KRI ini juga dapat dimuati 40 truck didalamnya.
“Untuk fasiliatas kesehatan, KRI dr Soeharso 990 memiliki peralatan standar seperti halnya di Rumah Sakit Tingkat 2,” pungkasnya. (A)











