oleh

Proyek Pembangunan RKB 2 Sekolah di Baubau Dinilai Lamban

BAUBAU – Proyek pembangunan ruang kelas belajar (RKB) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Wajo dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 20 Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai lamban oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau selaku Tim Pendampingan, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Baubau, Ruslan mengatakan, sejauh ini progres pembangunan RKB SDN 1 Wajo baru mencapai 50%. Sedangkan, SMP 20 baru sekitar 57% saja. “Dari data kami yang terlambat progresnya itu SD 1 Wajo dan SMP 20,” ungkap Ruslan kepada Mediakendari.com, Rabu (24/10/2018) kemarin.

Meski begitu, kata dia, dua proyek bernilai Rp.4 Milyar lebih itu masih punya waktu yang cukup untuk menggenjot progres pembangunannya, sebelum masa kontrak berakhir.”Kontrak pekerjaannya itu mulai bulan Juli 2018 lalu. Jadi masih ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya.

Selain dua proyek itu, pihaknya juga melakukan pendampingan TP4D terhadap proyek pembangunan RKB SMP Negeri 1 Baubau. “Kalau SMP 1 progresnya bagus, sekarang sudah mencapai 80 persen,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, tiga proyek pembangunanan ruang kelas baru (RKB) dan pematangan lahan SMP Negeri 20 Baubau dengan jumlah anggaran Rp. 2.162.811.000,00. Pembangunan RKB SMP Negeri 1 Baubau dengan anggaran Rp 1.978.509.000,00 dan pembangunan RKB SD Negeri 1 Wajo dengan anggaran Rp. 2.473.455.000,00. Tiga proyek tersebut memakan anggaran sekitar Rp.6 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Baubau. Pembangunan RKB SDN 1 Wajo dikerjakan oleh CV. SINAR BULAN, sementara, pembangunan RKB dan pematangan lahan SMPN 20 dikerjakan oleh CV. PUTRA TIGA UTAMA, serta pembangunan RKB SMPN 1 Baubau dikerjakan CV. HIPOTENUSA CONTRAKTOR. (a)


Reporter: Ardilan


Terkini