Editor : Wiwid Abid Abadi
KENDARI – Kelompok Cipayung Plus Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terdiri dari PMII, HMI, GMNI, PMKRI, GMKI, KMHDI, LMND, dan PERMAHI, menggelar aksi damai di Mapolda Sultra, Selasa (1/10).
Aksi damai itu untuk mengawal perkembangan pengusutan kasus penembakan kader PMII, almarhum Randi, dan meninggalnya mahasiswa Fakultas Teknik UHO, Yusuf Kardawi, saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9), lalu.
Baca Juga:
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Ampuh Sultra : APH Diminta Preventif Cegah Material Ilegal di Proyek Bendungan Pelosika
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- BREAKING NEWS: Pasar Ranomeeto Ludes Terbakar Malam Ini
Setidaknya ada empat tuntutan kelompok Cipayung Plus Kendari, yang dibacakan langsung Ketua PKC PMII Sultra, Erwin Gayus.
Berikut tuntutan tersebut :
1. Meminta agar Polda Sulawesi Tenggara segera mengusut tuntas dan menetapkan tersangka atas insiden yang merenggut nyawa aktivis PMII Randi dan mahasiswa teknik Yusuf saat melakukan aksi di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.
2.Meminta Polda segera menindak tegas pelaku penembakan mahasiswa dan dihukum seberat-beratnya.
3.Menolak tindakan represif aparat dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa.
4.Mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas dan stabilitas daerah Sultra dan tidak mudah terprovokasi.
Pantau mediakendari.com dilokasi, massa aksi meninggalkan Polda Sultra setelah ditemui dan menggelar dialog bersama Polda Sultra yang diwakili oleh Dirintelkam Polda Sultra, Kombes Pol Hartoyo dan Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi.
Selain itu, massa aksi juga menggelar doa bersama, sholawatan dan tukar bunga kepada personel yang mengamankan aksi.











