oleh

Seluruh Siswa SMAN 4 Kendari Gunakan Android Saat UTBK

-NEWS-56 dibaca

KENDARI – Seluruh Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMA) Negeri 4 Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan menggunakan android yang dimulai Senin, 21 Maret 2022.

Selain penggunaannya yang lebih mudah dan simpel SMA N 4 Kendari juga hanya memiliki 80 unit komputer yang tidak dapat memenuhi seluruh kebutugan seluruh jumlah siswa yang ada.

Wakil Kepala Sekolah SMA N 4 Kendari Samlia mengatakan jumlah siswa untuk program bahasa sebanyak 35 siswa, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 381, dan 79 siswa untuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
sehingga total keseluruhan sebanyak 495 siswa.

Baca Juga : Askab PSSI Kolaka Timur Mulai Lakukan Seleksi Pemain

“Kami melaksanakan ujian sekolah pelajaran 2021/2022 ini, kami menggunakan model daring publikasi yang pelaksanaannya berbasis android tapi dilaksanakannya di sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut Samlia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapakan lab komputer dengan jumlah 80 unit yang stay siap untuk digunakan ketika adanya gangguan pada handphone siswa ketika saat melaksanaan UTBK.

Diketahui, UTBK tersebut akan berlangsung selama tujuh hari mulai dari 21 sampai 28 Maret 2022 dengan dua mata pelajaran dalam perharinya yang akan diikuti.

Samlia juga selaku ketua panitia di UTBK itu berharap agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan penuh semangat dan jujur. Terlebih mempersiapkan diri untuk belajar lebih giat dan menjaga kesehatan untuk dapat bisa mengikutu ujian hingga slesai.

Baca Juga : Kepala ULP Muna Barat Dilaporkan ke Kejati Sultra Karena Dugaan Ini

Sebab ujian itu merupakan salah satu syarat kelulusan yang harus dipenuhi secara wajib oleh seluruh peserta.

“Saya berharap nantinya anak-anak ini bisa ujian dengan lancar dan semua bisa lulus 100%, tidak ada yang ikut ujian susulan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMA N 4 Kendari Liyu mengingatkan kepada seluruh peserta ujian agar dapat mengikuti ujian dengan sportif tanpa ada yang curang dengan mengikutie seluruh aturan yang telah ditetapkan.

” Kita tidak boleh pandang remeh ujian ini, olehnya kita harus sama-sama belajar untuk mengikuti ujian ini sebaik mungkin dengan mengikuti aturan kurikulum yang ada,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Ismail

Terkini