Reporter: Erlin
Editor: La Ode Adnan Irham
ANDOOLO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konsel melalui bidang pendidikan dasar (Dikdas) telah mendistribusikan 876 kekurangan ijazah bagi siswa SD di beberapa sekolah. Khususnya yang telah melaksanakan ujian nasional berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Penanggungjawab ijazah Dikdas, Erwin Mangidi saat ditemui Mediakendari.com, Kamis (3/10/2019) mengatakan, ada 6.222 siswa yang telah menamatkan pendidikan SD. Jumlah itu lanjut dia sesuai yang terdata dan tervalidasi di sistem.
Dari jumlah itu sambungnya, peserta didik yang menggunakan Kurikulum (K13) berjumlah 2.462 siswa. Sementara yang berbasis KTSP 3.760 siswa.
- Miris!! Bertahun Tahun Tarik PAD di Pantai Wisata Toronipa, Pemda Konawe hanya Miliki Aset 1 Unit MCK
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Plt Lurah Toronipa Sebut Ada “Pungli” di Pos PAD Pariwisata Konawe, Hasilkan Rp 4 Hingga 5 Juta oleh Warga pada Malam Hari
- Plt Lurah Toronipa Indawati Ganti Tiga Aparat RT/RW dapat Dukungan dari Bupati Yusran
- TEGAS! Pimpinan BULOG Unaaha Hendra Dionisius: Beras Banpang Tidak Layak Kami Ganti 2×24 Jam
- Tuduhan PT Merbaujaya Indahraya, Tak Terbukti, Armin Amin Divonis Bebas PN Andoolo
“Jadi saat ujian kemarin ada dua opsi, ada yang K13 ada yang KTSP. Nah pada saat distribusi ijazah dari Kemendikbud kita terima di kantor pos pada bulan Juli lalu, saat itu terdapat kekurangan yang kurikulum KTSP. Dengan jumlah kekurangannya sekitar 876 lembar. Setelah kita usulkan kembali dan alhamdulillah saat ini kita distribusikan kekurangan itu kepada sekolah yang bersangkutan,” imbuhnya.
Erwin menjelaskan, penyebab kekurangan diakibatkan pada saat pendataan siswa peserta didik yang mengikuti ujian saat itu by sistem. Karena jumlah data peserta didik itu masih mengikuti data lama. Sehingga ada data siswa KTSP yang masuk ke data K13.
“Akhirnya saat penerbitan ijazahnya terdapat kekurangan. Misalnya seperti data siswa di SDN 12 Angata, SDN 7 Lainea dan SDN 3 Palangga. Tapi saat ini sudah ada dan itu kita mulai distribusikan,” terangnya.
Dia berharap, sekolah yang belum mendapatkan formulir ijazah, segera koordinasi ke Dinas Dikbud Konsel. Apalagi itu untuk kepentingan siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah pertama. (B)











