oleh

DPPKB Baubau Mulai Lakukan Pendataan Stunting

-NEWS-347 dibaca

BAUBAU, MEDIAKENDARI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai melakukan pendataan stunting.

Kepala DPPKB Baubau, Ali Arham mengungkapkan, pihaknya mulai turun pendataan sejak 01 September lalu di 15 Kelurahan yang menjadi lokus stunting di Kota Baubau, yakni Kelurahan Labalawa, Kampeonaho, Tampuna, Palabusa, Waborobo, Sukanayo, Kampeonaho, Kantalai, Kolese, Kalia-Lia, Liwuto, Lawu-Lowu, Lipu, Sulaa Dan Tomba.

Ali mengatakan, pendataan stunting itu akan dilakukan selama dua bulan sebagai upaya pemerintah mencegah sebelum semua hal itu terjadi, dimulai dengan memperhatikan pra nikah, masa kehamilan, persalinan, dan memberikan perhatian pada anak yang baru lahir.

Baca Juga : Karo Pembangunan : Ali Mazi Pemimpin Visioner dan Memberikan Karya Nyata untuk Sultra

“Stunting merupakan masalah serius yang harus ditangani oleh banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pihak-pihak terkait lainnya,” ungkap Ali Arham, Rabu 07 September 2022.

Ia menerangkan, Dinas Kesehatan Baubau juga melakukan pendataan khususnya anak dibawah usia lima tahun, untuk melihat status gizinya. Sesuai rencana, pihaknya juga ingin melihat masyarakat beresiko stunting ini persentasenya masih 27% lebih atau sudah turun.

“Ukuran penilaian warga rawan stunting tidak hanya dilihat dari gizi saja, tapi juga termasuk rumah-rumah warga yang tidak miliki WC dan air bersih, itu resikonya lebih besar. Atau ibu hamil yang bergizi buruk pasti beresiko melahirkan anak yang bergizi buruk pula,” katanya.

Ia menambahkan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tim-tim lapangan yang telah terbentuk semuanya, mengarah pada cara menurunkan angka resiko stunting, bukan stuntingnya karena yang telah terlahir stunting akan sulit untuk dipulihkan.

Penulis : Ardilan