Reporter: Hendrik
Editor: Taya
KENDARI – Dugaan penganiayaan saat unjuk rasa mahasiswa dan warga yang mengatasnamakan diri sebagai Front Rakyat Sultra Bela Wawonii oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sulawesi Tenggara (Sultra) kini dilaporkan Kuasa Hukum Suharno, Muamar Lasipa di Kepolisian Daerah Sultra, Kamis (7/3/2019) dengan nomor LP/138/III/2019/SPKT Polda Sultra.
Kepala Subdit Penerangan Masyarakat Polda Sultra, Kompol. Agus Mulyadi membenarkan laporan tersebut. Kata Agus, saat ini laporan tersebut telah diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.
Baca Juga :
- PIRA Sultra Kehilangan Sosok Ibu: Fenni Anggarainy Natakusuma – Saya Bersaksi Dessy Indah Rachmat Orang Baik
- Dekan FEB Unusia Pimpin Kolaborasi Internasional Terbitkan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Q1 JURIS
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
“Sudah ada laporan yang masuk di SPKT melalui kuasa hukumnya,”katanya, Jumat (8/3/2019).
Seperti yang dilangsir detiknews.com, laporan Suharno disertai barang bukti video dan visum. “Ada video yang sudah tersebar terkait pengeroyokan, kita juga sudah lakukan visum, namun hasilnya belum keluar,” ujarnya.
Muamar menjelaskan kronologi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP. Menurutnya, korban dikeroyok saat ratusan warga dari Konawe Kepulauan (Konkep) melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Sultra pada Rabu (6/3/2019).
Aksi tersebut menuntut pencabutan 15 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Konkep oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Suharno dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Kendari akibar mengalami luka pada bagian pelipis kiri dan hidung, akibat dikeroyok pihak pengamanan dengan menggunakan pentungan dan laras.(a)











