Reporter : M Ardiansyah R
KENDARI – Beberapa waktu lalu, nyaris terjadi tawuran antar pelajar SMP di Jalan Prof dr Abdurrauf Tarimana, Kecamatan, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pelajar yang diduga nyaris tawuran adalah pelajar dari SMPN 10 dan pelajar dari SMPN 15 Kendari.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 10 Kendari, La Isa Inta, kepada wartawan menjelaskan, awalnya, sekelompok pelajar dari SMPN 15 mendatangi SMPN 10 untuk mencari salah seorang anak yang diduga menjadi biang masalah.
“Jadi kami tegaskan, pelajar kami di SMPN 10 tidak terlibat dalam rencana penyerangan itu,” jelasnya, Senin (23/9/2019).
Setelah ditelusuri, ternyata anak yang dicari oleh sekelompok pelajar dari SMPN 15 bukan berasal dari SMPN 10, melainkan anak dari lorong sebelah sekolah.
Baca Juga:
- Diduga Sedang Liputan Pembayaran Lahan, Kades Herman Rangkap Jadi Humas PT Kasmar Tiar Raya di Kolut Aniaya M Nawir Hingga Kritis
- Ber ID Card Warta Global, Oknum Kades Mekuasseng Diduga Aniaya M Nawir Hingga Tak Sadar Diri di RS Jafar Harun Kolut
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
- Apresiasi Penanganan Tipikor, Ampuh Desak Kajati Sultra Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Bank BPD Sebesar Rp 7, 7 Miliar
- Dua Tahun Gubernur ASR Memimpin Sultra, FPKPK Soroti Kinerja Pemerintahan
- Aliansi Pemuda Sultra Serukan AKSI Boikot, Desak Tutup Permanen Dapur MBG Wonggeduku Usai Temuan Bangkai TIKUS
“Sebenarnya salah alamat atau kesasar, pelaku-pelaku itu yang berencana telah ditangkap oleh guru SMPN 15 dan dilapor ke Polisi,” sambungnya.
La Isa bilang, pihaknya merasa disudutkan dibeberapa pemberitaan yang menyebut bahwa pelajar SMPN 10 melakukan penyerangan atau terlibat rencana penyerangan.
“Kita sebetulnya dari pihak SMP 10 merasa keberatan, apalagi menyangkut pemberitaan yang telah di konsumsi oleh masyarakat, kasihan citra sekolah, dimata masyarakat mengatakan bahwa SMP 10 melakukan tawuran,” pungkasnya. (B)











