KENDARI – Masa tanggap darurat banjir yang merendam 25 kecamatan, 143 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara akan berakhir pada Selasa (2/7/2019) sejumlah langkah-langkah pemerintah kini sudah dipersiapkan untuk mencegah banjir agar tidak terulang kembali.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mengatakan salah satu rencana pemerintah terkait pencegahan banjir adalah pembangunan empat bendungan tersebar di empat titik berbeda yakni bendungan Pelosika, Ameroro II, Anggamberi dan bendungan Walai.
Menurut Gusli pembangunan bendungan tersebut dengan melihat tingginya debit air hujan yang meluap dari sungai dan menyebabkan banjir di 25 kecamatan.
“Kalau empat bendungan yang dibangun, insya Allah Konawe akan bebas dari banjir,” harapnya.
Mantan Ketua DPRD Konawe ini menegaskan pihaknya bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat saat ini sedang melakukan langkah-langkah percepatan dalam pemulihan pascabanjir.
Baca Juga :
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Target Raih Lima Kursi Legislatif
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Kepengurusan Baru Periode 2024–2029
- Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai, Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal
- Satgas KSD DPP LAT Layangkan Surat Kedua ke SCM, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Sumber Daya
- LSM FKPK dan GERAK Minta Pernyataan Sekretaris LPM soal Kepemilikan Wisata Pantai Toronipa Diuji
- Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe
“Miskin kalau pemerintah pusat, provinsi dan daerah tidak melakukan langkah-langkah percepatan untuk membenahi dampak dari banjir,” katanya.
Hingga kini Kepala Keluarga terdampak banjir sebanyak 24.906 dengan jumlah jiwa sebanyak 88.304. Jumlah tersebut terdiri dari 40.941 laki-laki dan 39.145 perempuan, 1.940 balita, 294 bayi, dan 256 ibu hamil, serta 1.138 lanjut usia (lansia).
“Yang sampai sekarang masih terisolir adalah Routa dan Latoma, tetapi daerah tengah Wonggeduku, Wonggeduku Barat, dan Pondidaha adalah paling terdampak parah dengan luas mencapai 9000 lebih hektar,” katanya, Senin (1//2019).











