Pemprov Sultra dan Pemkab Wakatobi Wacanakan Kembali Penerbangan ke Wangi-Wangi

NEWS171 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Gunernur H Ali Mazi, melalui Kadis Perhubungan Sultra, Rajulan menyampaiakan pesan dari Gubernur Sultra yang masih berada di Muna Barat, bahwa pemerintah provinsi akan mensuport kegiatan yang akan diadakan di Wakatobi dan juga penerbangan di Wakatobi.

Disambung Kadis Pariwisata Prov. Sultra, H. Belli mengatakan, agar Bupati Wakatobi bersurat kepada Gubernur secara resmi untuk meminta dan ikut berpartisipasi dalam mekanisme subsidi yang memiliki dasar.

“Kemudian perlu untuk disepakati bersama rute mana yang akan disubsidi dan juga harus memperhatikan kompetitornya, kita harus juga memperhatikan dan membuka kesempatan airlines yang lain karena jangan sampai ada penawaran yang lebih rendah dari pada Lion Air, agar apabila kita telah memberi kesempatan kepada Airlines yang lain minimal,” beber Belli.

Baca Juga : Masyarakat tidak Mampu di Konawe Masuk Penerima Program Jampersal

Sementara itu, Menurut Bupati Wakatobi, Haliana Berdasarkan Permenhub No 68 Tahun 2022, untuk Kabupaten Wakatobi , tarik batas atasnya 680 dengan tambahan 20% ditambah jumlah PPN 11%, Asuransi dan Iptek maka totalnya 940.760.

“Tentu saja ini mejadi angka lebih tinggi dari Permenhub. Sesuai dari segi aturan tentu tidak bisa memberikan biaya atau subsidi biaya di atas peraturan pemerintah,” tegasnya.

“Permintaan daerah Waktobi sesui surat tanggal 8 Juli 2022, Pemerintah Wakatobi berkomitmen memberikan subsidi pihak Lion Air Groub, ini demi melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan memastikan akses untuk menunjang pariwisata di Kabupaten Wakatobi,” jelas politis PDIP ini.

Baca Juga : Tingkatkan Literasi Baca Kaum Milenial di Daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra Gelar Workshop

“Akan tetapi ada suatu hal, bila menyetujui biaya dan atensi yang lain, maka ada kewajiban untuk melakukan deposito kepada Wings Air dan Lion Air sebanyak 6 (enam) miliar, ini menjadi beban besar kepada APBD kami, karena saat ini tentu saja alternatif Wakatobi yaitu di APBD perubahan,” sambungnya.

Menurut Haliana, terkait jadwal pesawat Wakatobi konektifitasnya tidak sesuai dengan jadwal pesawat yang baru tiba di bandara, sehingga para penumpang pesawat ke Wakatobi sering terjadi ketertinggalan penerbangan. Ini telah menjadi kendala masyarakat Wakatobi.

Baca Juga : Dekranas Konawe Tingkatkan SDM Pengrajin dan Pelaku UMKM untuk Hasilkan Produk yang Berdaya Saing

“Selain itu, penyesuaian tarif harga tiket batas bawah dan batas atas yang dilakukan Kementerian Perhubungan untuk dapat memastikan tarif harga tiket yang berlaku, sehingga dapat membantu kunjungan kerja yang dilakukan di Kabupaten Wakatobi mendatang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kesimpulan dari hasil rakornas menyimpulkan bahwa Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan Kota Baubau didukung DPRD masing-masing siap dan komitmen mengambil langkah2 yang diperlukan termasuk menyiapkan subsidi guna akselarasi reaktivasi penerbangan.

Pemerintah Provinsi juga siap untuk mengalokasikan subsidi bersama bila Kabupaten Kota memiliki keterbatasan anggaran.
Acara ini, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Asrun Lio membuka rapat koordinasi lanjutan percepatan aksesbilitas ke Wakatobi dan daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, pada, Rabu (27/07/22).

Reporter: Sardin D.

Facebook : Mediakendari