oleh

Fokus Pencegahan Stunting, BKKBN Konawe Gelar Aksi konvergensi di Lapangan

-NEWS-131 dibaca

Konawe, mediakendari.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Konawe (Kab Konawe) saat ini tengah mengenjot Pencegahan Stunting.

Pengenjotan itu mengingat pemerintah republik indonesia telah menetapkan stuting sebagai isu prioritas nasional komitmen ini terwujud dalam masuknya stunting ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2020-2024

Kepala BKKBN Konawe,Tam Sati Sam SE , mengungkapkan jika stuting dapat menjadi prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia yang berpengaruh terhadap produktipitas dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa ,sehingga pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting hari ini sebagai langkah awal untuk menghindari dampak besar bagi bangsa ini.

Baca Juga : Kota Kendari Raih Penghargaan Kota dengan Pelayanan Publik Terbaik se-Sultra

“Permasalahan stunting hari ini tidak bisa hanya diselesaikan melalui program gizi saja, akan tetapi harus terintegrasi dengan program lainya, ujarnya kepada media ini, Senin,(5/9/2022)

Dikatakannya, kompleksnya masahlah stunting dan banyaknya stekholder yang terkait dalam intervensi gisi spesifik dan sensitip memerlukan pelaksanaan yang di lakukan secara terkordinir dan terpadu kepada sasaran prioritas.

“Untuk itu team terpadu pencegahan stunting kabupaten Konawe hari ini yang melibatkan beberpa dinas terkait harus melakukan penyelenggaran intervensi gizi secara spesifik secara konvergen di lakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting,” ujar mantan Camat Amonggedo.

Upaya konvergensi pencegahan stunting di lakukan, kata dia, mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan hingga pemantauan evaluasi.

Baca Juga : Pendaftaran Calon Dewan Pengawas Perumda Pasar Dibuka, Ini Persyaratannya

Sementara itu, Kabid ketahanan keluarga sejahtera BKKBN, Ismail S,KM M,kes menambahkn arah pencegahan stunting itu menjadi tugas bersama semua lintas sektor.

“Unguk itu kami di BKKBN Konawe sendiri lebih condong ke intervensi sensitif. boleh dibilang pencegahan stunting yang di lakukan petugas BKKBN di 28 kecamatan yang ada kabupaten konawe titik fokusnya melakukan penyuluhan terhadap keluarga dalam upaya pencegahan stunting dalam hal ini perubahan perilaku kehidupan sehari-hari, dengan sasaran kami calon pengantin, para ibu hamil dan para balita,” ungkap Mantan Kapus Unaaha.

Ismail bilang BKKBN dalam melakukan surveilance keluarga beresiko stunting di lapangan.

Baca Juga : Selain Menolak Naiknya Harga BBM, Ini Sejumlah Tuntutan BEM Fakultas Pertanian UHO ke Pemerintah Pusat

“Kami telah menurunkan team pendamping keluarga sebanyak 1059 orang yang di sebar di 28 kecamatan, dalam setiap desa ada 3 orang team pemdamping keluarga yang di turunkan untuk mendampingi calon pengantin beresiko stunting, ibu hamil yang beresiko , ibu pasca persalinan beresiko,” ketusnya.

Disii lain, lanjut Ismail team pendamping keluarga di lapangan terdiri dari bidan desa, ibu PKK dan ibu desa,dari hasil survei mereka di laporkan dalam sistem aplikasi secara online karena semua satu data ,di setiap perkembangan perubahan pencegahan stunting di lapangan.

“Dari awal tahun 2022 ini BKKBN Konawe telah melakukan beberapa aksi yang menjadi skala prioritas, melakukan identifikasi sebaran stunting, menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi, menyelenggarakan rembuk stunting tingkat kabupaten konawe dan meningkatkan sistem pengolahan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten,” urai Ismail.

 

Penulis : Redaksi

Facebook : Mediakendari